Akibat diperkosa PNS ini trauma keluar rumah
By Regina lamuri On 2 May, 2013 At 03:53 PM | Categorized As Kata Wanita | With 0 Comments
http://wanitawanita.com/2013/05/akibat-diperkosa-pns-ini-trauma-keluar-rumah/

a

Wanita wanita — YO (16), pelajar di Kabupaten Waykanan, Lampung, yang menjadi korban pemerkosaan oleh empat pria, bertekad untuk kembali bersekolah lagi. Namun, dia mengaku masih diliputi trauma dan ketakutan.

“Saya ingin sekolah lagi, tapi saya trauma, takut keluar, tidak berani juga masuk kelas,” ujar YO, di Blambangan Umpu, Waykanan, Lampung, Kamis (2/5).

Raut wajah siswa kelas X itu tampak tegang dan ketakutan saat sejumlah wartawan mewawancarainya mengenai peristiwa kelam yang telah dialaminya itu.

“Kalau malam hari akan ke belakang, saya juga minta diantar, saya takut terjadi sesuatu hal tidak diinginkan,” ujar YO, seperti dilansir Antara.

Dia mengaku mengenal salah seorang pelaku H yang mengaku bernama Ari melalui media sosial Facebook. Hingga kini pelaku tersebut masih menjadi buron polisi.

Namun, dia tidak mengenal pelaku lainnya yakni Bendara Rutin Pemkab Waykanan berinisial Al, Ad, dan An.

“Mereka sepertinya sudah merencanakan sesuatu pada malam itu,” ujar YO.

Saat kejadian, dia mengaku dipaksa oleh para pelaku untuk menggunakan narkoba jenis sabu. Sementara, mengenai uang Rp 1,5 juta yang ditemukan polisi di lokasi kejadian, menurutnya uang itu milik para pelaku.

“Mereka memberi uang, saya lempar, saya tendang, saya tidak menerima, tapi uang berhamburan itu seingat saya dikumpulkan mereka lagi terus dimasukkan ke dalam saku pakaian saya,” katanya.

SJ, kakak YO, mengatakan adiknya masih tertekan sehingga jika malam hari harus ada yang menemani.

“Batinnya masih tertekan hebat, sering ketakutan. Kemarin waktu kita ajak ke makam ibu, dia juga menjerit ketakutan,” kata SJ lagi.

Sejumlah organisasi profesi dan kepemudaan seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kelompok Kerja Wartawan Waykanan (POKJAWAN), Banser, Pokja Hukum dan HAM Ruang Belajar Masyarakat, GP Ansor, Fatayat NU dan IPNU menyerukan dan mengajak masyarakat untuk menolak damai atas kasus pemerkosaan.

 

Kalau damai dimaksud berkaitan dengan hubungan personal kekeluargaan, demikian Koordinator Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Waykanan Feri Soneri, bisa diapresiasi. Namun perdamaian dengan mengintervensi hukum jelas tidak pantas dan tentu merugikan bagi pihak korban.

“Efek jera bagi para pelaku pemerkosaan harus diberikan dan mereka harus mendapatkan hukuman setimpal,” ujar Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Waykanan, Triwana.

Menurut Triwana yang juga Ketua Pokja Hukum dan HAM Ruang Belajar Masyarakat Waykanan itu pula, upaya damai oleh pelaku pemerkosaan akan merusak mental psikologis korban. Sementara pelaku akan merasa menang dan berpotensi mengulang tindakan amoralnya itu lagi.

“Sudah banyak kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan di kabupaten ini yang diselesaikan dengan cara berdamai, dan kejadian sama dengan penyelesaian damai terus berulang, ini jelas tidak mendidik dan menjadi preseden buruk,” ucapnya.

 

Sumber: merdeka.com

 

 

 

 

 

About -

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Meja Redaksi WANITAWANITA.com / Pimpinan Umum/Pimpinan RedaksiErny Frida Ndolu / EditorBatara Ridwan, Regina Lamuri/ Kontributor : Oca Praso, Emantya, Melinda, Mileva, Redemtus Lakat, Dis Amalo, Felix, Rachel