http://wanitawanita.com/2013/05/diduga-simpatisan-pki-suami-bkr-dibunuh/

2

Wanita wanita.  Hanya karena diduga sebagai simpatisan PKI, BKR, seorang guru wanita pertama di Kabupaten Sabu Raijua harus kehilangan suaminya pada Januari tahun 1996. Suami BKR itu diduga di dalam sel tahanan.

“Saya kehilangan suami saya pada Bulan Januari tahun 1996. Suami saya dipejara di dalam sel dan tidak pernah kembali ke rumah, hanya karena diduga sebagai simpatisan PKI, “ kata BKR di Kupang.

BKR mengatakan, dirinya juga pernah dijemput oleh aparat kepolisian untuk ditahan di sel.

“Saya bukan sendirian di dalam sel. Ada  tahanan perempuan lainnya. Rambut kami dipotong pendek,” kisahnya.

BKR menjelaskan, peristiwa yang dialaminya itu sekitar tahun 1965. Saat itu dirinya baru saja tiba di Sabu dari Kupang dengan menggunakan perahu.

“Suami saya terbunuh saat anak-anak masih berusia 5 tahun 7 bulan, dan putra bungsu kami berusia 5 bulan. Akibat peristiwa itu, saya dipecat dari guru, dan hingga kini tidak pernah menerima hak sebagai seorang guru,” urainya, pungkas. (richo)